BT Real Estate - шаблон joomla Форекс

Kunci Syurga

in latest on 10/13/2015 Hits: 108180

Kisah ini menyimpan banyak rahsia besar. Rahsia yang menyingkap apakah silibus yang diajar kepada setiap paderi Katolik di Vatikan.

Dan apakah fungsi Al-Quran di dalam altar khas di Perpustakaan Vatikan. Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, \"Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.\" Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.

Hingga akhirnya paderi itu berkata, \"Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.\" Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, \"Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?\" Paderi itu menjawab, \"Dari tanda yang terdapat di wajahmu.\"

Kemudian dia beranjak hendak keluar.

Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, \"Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.\" Si pemuda tersenyum dan berkata, \"Silakan!\"

Sang paderi pun mulai bertanya, \"Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.\"

Sang paderi pun mulai bertanya, \"Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.\"

\"Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!\"

\"Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?\"

\"Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?\"

\"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?\"

\"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!\"

\"Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?\"\"Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?\"

\"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!\"

\"Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?\"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca Bismillah dia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, \"Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).\" (Al-Isra\': 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur\'an.

-Lima yang tiada enamnya ialah solat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada lapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, \"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.\" (Al-Mulk: 3).

-Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, \"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu lapan orang malaikat menjunjung \'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.\" (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu\'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, \"Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.\" (Al-An\'am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu\'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, \"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, \"Pukullah batu itu dengan tongkatmu.\" Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air.\" (Al-Baqarah: 60).

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, \"Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. \" (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala.\" Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, \"tak ada cercaan terhadap kamu semua.\" Dan ayah mereka Ya\'qub berkata, \"Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .\" (Yusuf:98)

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, \"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.\" (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, \"Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.\" (Al-Anbiya\': 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. \"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.\" (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja.

Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, \"Apakah kunci syurga itu?\" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata, \"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!\"

Paderi tersebut berkata, \"Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.\" Mereka menjawab, \"Kami akan jamin keselamatan anda.\"

Paderi pun berkata, \"Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.\"

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.

Human and the 3 levels of the world

in latest on 10/13/2015 Hits: 218946

LIFE is ordained by God as a distant adventure that begins in the world of spirits and will end in the afterlife. Therefore, the Prophet warned by saying says: "Live in this world as a traveler or the person in a travel" (Narrated by Ibn Umar)

Human nature is to take two, who are both already abandoned. It is the "spirit" and "arham" We are in a third world country "musyahadat" or the natural world.

In the spirit, the body has not yet happened. What is there, just the spirit of creation by God. Here, the spirit of faith given an injection of faith in God. It is important supplies in the next adventure to be safe and successful.

Roh then moved to the inside of the body after being formed in the womb. In this second nature (womb), felt very relaxed at all or in a state of rest, no struggle and no challenge.

Now we are in the natural world. Indeed, the existence in the natural world, not to entertain, but a responsibility to God to serve him. Similarly, do good works and charity for the benefit of themselves, their families, Islam and Muslims and other creatures.

All activities in this world shall be imbued with the tenets of the faith and intention to uphold God's commandments. So, with that everything is going to be a supply to be brought into the afterlife.

God's Word says: "You yourselves, it is the best supply is the piety and trust in Me, O men of understanding" (Surah al-Baqarah, Verse 197)

The Prophet said means: "The world as a field for farming (place of worship and perform charitable deeds), while the results will be picked later in the Hereafter."

Natural world we are experiencing now is the third natural. We are en route to the fourth of "barrier" or "grave". When the Day of Judgment, we will go into the fifth and last of the "afterlife".

Before that, we gathered at the Padang Mashyar to be tried and judged all the deeds in the world. If good will be rewarded paradise, and vice versa if the bad will be rewarded with the punishment of hellfire.

God warned to prepare themselves for the afterlife through his words mean:

"Ah! That the (alleged) life of this world is but play and amusement (amusement) and jewelery (which decreases), also (scent life with purpose) boast of you (with advantages, strengths and national) and berlumba- racing riches and children (all are limited in time), just like the rain (green lush growing plants), making growers pleasing to fertility, then the plants fresh move (to a certain time), then you see it turning yellow; eventually it withers; and (to be known yet, that) in the Hereafter is a Penalty (available for people who simply love the life of the world), and (there is) forgiveness from Allah and His good pleasure (for the devotees of Allah). And (remember that) the life of this world is only the enjoyment of deception. "(Surah al-Hadid, paragraph 20)

Allah reminds us again through His Word says:

"Every soul shall taste death, and on the Day of Judgment shall you be paid your full recompense. When it was who kept away from the Fire and admitted to Paradise, he indeed is successful. And (remember) life in this world (including all the luxuries and promoted Authority) is nothing but a pleasure for deception. \ "(Surah Ali Imran, verse 185)

The Word of God more meaning:
"And seek by means of which Allah hath bestowed upon you, will reward and happiness in the Hereafter; and forget not your portion (requirements and provisions) of the world; and do good (to the servants of God), as Allah has been good to you (the gift of abundant grace); and seek not mischief in the earth; Surely Allah loves not those who do mischief. "(Surah al-Qisaas, paragraph 77)

Latest Info

School Calendar

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

AL-BAYAN