BT Real Estate - шаблон joomla Форекс

Kunci Syurga

in Artikel Terkini PMAA on 10/13/2015 Jumlah paparan: 44587

Kisah ini menyimpan banyak rahsia besar. Rahsia yang menyingkap apakah silibus yang diajar kepada setiap paderi Katolik di Vatikan.

Dan apakah fungsi Al-Quran di dalam altar khas di Perpustakaan Vatikan. Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, \"Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.\" Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.

Hingga akhirnya paderi itu berkata, \"Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.\" Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, \"Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?\" Paderi itu menjawab, \"Dari tanda yang terdapat di wajahmu.\"

Kemudian dia beranjak hendak keluar.

Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, \"Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.\" Si pemuda tersenyum dan berkata, \"Silakan!\"

Sang paderi pun mulai bertanya, \"Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.\"

Sang paderi pun mulai bertanya, \"Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.\"

\"Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!\"

\"Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?\"

\"Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?\"

\"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?\"

\"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!\"

\"Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?\"\"Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?\"

\"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!\"

\"Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?\"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca Bismillah dia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, \"Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).\" (Al-Isra\': 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur\'an.

-Lima yang tiada enamnya ialah solat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada lapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, \"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.\" (Al-Mulk: 3).

-Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, \"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu lapan orang malaikat menjunjung \'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.\" (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu\'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, \"Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.\" (Al-An\'am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu\'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, \"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, \"Pukullah batu itu dengan tongkatmu.\" Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air.\" (Al-Baqarah: 60).

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, \"Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. \" (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala.\" Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, \"tak ada cercaan terhadap kamu semua.\" Dan ayah mereka Ya\'qub berkata, \"Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .\" (Yusuf:98)

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, \"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.\" (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, \"Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.\" (Al-Anbiya\': 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. \"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.\" (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja.

Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, \"Apakah kunci syurga itu?\" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata, \"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!\"

Paderi tersebut berkata, \"Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.\" Mereka menjawab, \"Kami akan jamin keselamatan anda.\"

Paderi pun berkata, \"Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.\"

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.

Manusia dan 3 Peringkat Alam

in Artikel Terkini PMAA on 10/13/2015 Jumlah paparan: 90677

KEHIDUPAN ini ditakdirkan Allah sebagai satu pengembaraan yang jauh iaitu bermula di alam arwah dan akan berakhir di alam akhirat. Oleh itu, Nabi Muhammad saw mengingatkan dengan sabdanya bermaksud: “Jadikanlah dirimu di dunia ini sebagai... musafir atau orang yang dalam perjalanan.†(Hadis riwayat Ibn Umar)

Manusia sebenarnya menempuh dua alam, yang kedua-duanya sudah ditinggalkan. Ia adalah alam “arwah” dan “arham” Kita sedang berada di alam ketiga iaitu alam “musyahadat” atau alam dunia.

Pada alam arwah, jasad belum terjadi. Apa yang ada, hanya roh ciptaan oleh Allah. Di sini, roh diberi suntikan akidah keimanan kepada Allah. Ia sebagai bekalan terpenting dalam pengembaraan seterusnya supaya selamat dan berjaya.

Roh kemudian berpindah ke dalam jasad setelah terbentuk dalam rahim ibu. Di alam kedua ini (kandungan ibu), dirasakan amat rileks sekali atau dalam keadaan istirahat, tiada perjuangan dan tiada cabaran.

Kini kita berada di alam dunia. Sesungguhnya kewujudan di alam dunia ini bukan untuk berhibur, tetapi memikul amanah Allah untuk beribadat kepada-Nya. Begitu juga melakukan amal saleh dan kebajikan untuk manfaat diri, keluarga, Islam dan umatnya serta makhluk lain.

Segala kegiatan di dunia ini hendaklah dijiwai nilai akidah dan syariat dengan niat untuk menjunjung perintah Allah. Maka, dengan itu segala-galanya akan menjadi menjadi bekalan untuk dibawa ke akhirat.

Firman Allah bermaksud: “Berbekallah kamu, maka sebaik-baik bekalan adalah takwa dan bertawakallah kepada-Ku hai orang yang berakal” (Surah al-Baqarah, ayat 197)

Rasulullah bersabda bermaksud: “Dunia ini sebagai ladang untuk bercucuk tanam (tempat melakukan amal ibadat dan amal kebajikan), sedangkan hasilnya bakal dipetik di negeri akhirat nanti.”

Alam dunia yang kita alami kini adalah alam ketiga. Kita dalam perjalanan menuju ke alam keempat iaitu “alam barzakh” atau “alam kubur”. Apabila hari kiamat, kita akan masuk ke alam kelima atau alam yang terakhir iaitu “alam akhirat”.

Sebelum itu, kita dihimpunkan di Padang Mashyar untuk diadili dan dihisab segala amal perbuatan di dunia. Jika baik akan dibalas syurga, dan sebaliknya jika buruk akan dibalas dengan azab api neraka.

Allah mengingatkan untuk menyiapkan diri bagi menghadapi alam akhirat melalui firman-Nya bermaksud :

”Ketahuilah! Bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain, melainkan permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bauan hidup yang bertujuan) bermegah-megah antara kamu (dengan kelebihan, kekuatan dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan harta benda dan anak pinak (semua itu terhad waktunya), samalah seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur), menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman-tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi hancur bersepai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang (disediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan dunia) dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan daripada Allah (disediakan bagi orang yang mengutamakan akhirat). Dan (ingatlah bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain , hanya kesenangan bagi orang yang terpedaya.” (Surah al-Hadid, ayat 20)

Allah mengingatkan lagi melalui firman-Nya bermaksud:

”Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahan dan pangkat kebesarannya), tidak lain hanya kesenangan bagi orang yang terpedaya.\" (Surah Ali Imran, ayat 185)

Firman Allah lagi bermaksud:
”Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan oleh Allah kepadamu, akan pahala dan kebahagiaan pada hari akhirat; dan janganlah engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia; dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah), sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatnya yang melimpah-ruah); dan janganlah engkau melakukan kerosakan di bumi; sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berbuat kerosakan.” (Surah al-Qisaas, ayat 77)

Info Terkini

Kalendar Sekolah

Isn Sel Rab Kha Jum Sab Ahd
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

AL-BAYAN